KEKAYAAN MOJOREJO CERMIN KEKAYAAN INDONESIA

Saat pertama kali kelompok Kami melakukan survey di desa Mojorejo ini, Kami sudah disambut dengan hangat oleh warga sekitar. Mereka sangat senang sekali ketika mendengar kabar bahwa Kami akan melakukan KKM di desa mereka. Banyak warga yang menawarkan tempat tinggal untuk Kami selama satu bulan. Namun, kami akhirnya memutuskan untuk tinggal di pondok pesantren “Nurul Huda” yang dimana pengurusnya adalah empat bersaudara. Hal ini Kami pilih dikarenakan lokasi pondok tersebut dekat dengan tempat ibadah (Masjid).

Tidak berhenti sampai di situ, saat pelaksanaan KKM pun Kami sering dibantu oleh warga sekitar yang terkait kebutuhan makanan sehari-hari. Sehingga Kami sering sekali tidak mengeluarkan dana dalam urusan makanan.

Warga disana seperti mengganggap Kami keluarga. Anak-anak seperti menganggap Kami sebagai kakak mereka, para remaja menganggap Kami seperti adik mereka, dan orang tua juga memperlakukan Kami sebagaimana anak mereka sendiri.
Pada saat melakukan KKM, dua orang teman Kami melakukan penelitian di KWT (Kampung Wanita Tani) yang ada di RW 02. Di sana para wanita memiliki semacam organisasi yang mengurusi hasil tani mereka sendiri untuk menjualnya ke pasar baik dalam keadaan mentah maupun dalam keadaan sudah diolah menjadi produk siap konsumsi. Selain dalam bidang pertanian, para warga juga ada yang memiliki peternakan yang hasilnya mereka jual di pasar dalam keadaan sudah terpotong-potong (ada yang berprofesi sebagai tukang jagal).

Sekitar minggu kedua pelaksanaan KKM, Kami sekelompok dikatakan sangat beruntung dikarenakan pada saat itu Kami berkesempatan menyaksikan anak-anak dan para remaja dari organisasi “Forum Anak” dan “Karang Taruna” yang kebanyakan berasal dari RW 03 melakukan pertunjukan seni budaya bertajuk “Padang Bulan” yang dilaksanakan pada hari minggu dari pukul tiga sore sampai pukul sepuluh malam. Dan seperti biasa, para anak dan remaja tersebut menyambut dan menjamu Kami dengan baik sebagaimana tamu kehormatan. Sebelum acara Kami juga diizinkan mengikuti dan melihat proses latihan yang dilakukan oleh mereka. Acara ini menunjukkan bahwa anak-anak dan para remaja di desa Mojorejo masih memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan seni kebudayaan tradisional khusus kesenian asli Jawa Timur seperti “Jaran Kepang.”

Lalu, desa ini khususnya di dusun Ngandat dan RW 06 memiliki keunikan tersendiri. Dusun ini seperti daerah-daerah lain yang memiliki warga dengan agama yang beragam. Namun lebih uniknya, ada beberapa atau bahkan banyak warga yang berbeda agama tinggal dibawah atap yang sama dengan status keluarga. Salah satu keluarga itu adalah keluarga dari bapak kepala dusun Ngandat yang dalam hal ini adalah keluarga bapak Harto. Bapak Harto adalah seorang penganut agama Budha yang taat, sedangkan istri dan anaknya adalah penganut agama Islam. Tidak berhenti sampai disitu, bapak Harto juga memiliki kakak yang merupakan penganut agama Kristen. Kami mendapat informasi ini saat melakukan wawancara langsung kepada bapak Harto. Kami dan rekan-rekan juga berkesempatan melakukan tour ke Vihara dengan ditemani oleh bapak Harto untuk belajar, melihat-lihat, dan menambah pengalaman tentang keragaman di desa ini.

Karena empat hal di atas (Keramahan, Kekayaan hasil alam, kebudayaan, dan toleransi), Kami menganggap bahwa desa Mojorejo ini adalah sebuah cerminan dari negara Indonesia secara keseluruhan.

(Habib, dkk)

MENGENALKAN PERPUSTAKAAN DIGITAL SEBAGAI SOLUSI TERHADAP KURANGNYA MINAT BACA ANAK SEKOLAH DI ZAMAN NOW

(PENERAPAN PERPUSTAKAAN DIGITAL PADA SEKOLAH DASAR NEGERI MOJOREJO 01 – KOTA BATU)

Membaca merupakan sebuah bentuk kegiatan yang dilakukan oleh pembaca untuk memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Memahami apa yang ingin dibagikan oleh penulis kepada para pembaca menjadikan kegiatan membaca menjadi cara yang tepat bagi seseorang untuk saling menukar informasi baik antara pembaca dengan penulis maupun antara generasi kepada generasi berikutnya. Maka tidak salah apabila kegiatan membaca dikatakan sebagai jendela dunia. Karena dengan membaca seorang telah membuka dirinya untuk melihat dunia tanpa dibatasi antara ruang dan waktu.

Tujuan yang sama juga diharapkan oleh pihak sekolah dalam menjadikan para siswanya menjadi orang-orang yang sukses kedepannya. Salah satu upaya yang dilakukan sekolah adalah dengan menghadirkan perpustakaan sebagai tempat yang nyaman dan tepat bagi para siswa untuk membaca dan mempelajari buku-buku yang menunjang tujuan utama sekolah sebelumnya, yaitu kesuksesan para siswa dimasa depan.

Walaupun upaya dan tujuan yang diinginkan oleh pihak sekolah sangat baik, bukan berarti tidak ada faktor kendala yang menjadi masalah dalam mewujudkan tujuan tersebut. Permasalahan yang masih menjadi kendala utama oleh pihak sekolah khususnya pada pihak perpustakaan sendiri adalah kurangnya minat baca para siswa untuk membaca terlebih hanya untuk berkunjung ke perpustakaan saja masih tidak ada. Permasalahan tersebut terjadi karena anggapan para siswa yang lebih memilih mengisi waktu luangnya dengan bermain ketimbang membaca buku di perpustakaan. Selain itu, para siswa yang masih berpikiran bahwa membaca hanya sebatas pada buku-buku pelajaran sekolah tidak pada buku bacaan lainnya.

Permasalahan tersebut kemudian diperparah dengan hadirnya kemudahan-kemudahan dalam mengakses hiburan-hiburan yang bersifat sesaat, terlebih pada zaman sekarang yang serba berbau teknologi digital seperti bermain game, menonton video, ngobrol dengan aplikasi chat, dan sebagainya. Tidak adanya kontrol yang tepat oleh pihak terkait seperti orang tua dan kurangnya pemahaman terhadap pentingnya kegiatan membaca menjadikan faktor kendala yang sangat sulit untuk diselesaikan.

Hal tersebutlah yang memberatkan pihak sekolah dalam menumbuhkan minat baca para siswanya. Salah satu sekolah yang mengalami permasalahan tersebut adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mojorejo 01, Kota Batu – Jawa Timur. Kurangnya minat baca para siswa yang dialami SDN Mojorejo 01 dapat terlihat dari jumlah kunjungan para siswa ke perpustakaan yang hanya berjumlah 3 sampai 5 siswa perhari dan itupun hanya sebatas melihat buku, meminjam, atau keperluan lain seperti pengambilan alat-alat penunjang pembelajaran yang disimpan di perpustakaan.

Terhadap minat baca siswa di SDN Mojorejo 01 sebagaimana disampaikan oleh Ibu Dewi selaku Pustakawan SD tersebut menyampaikan bahwa para siswa yang dimiliki sekolah ini memiliki antusias yang tinggi terhadap buku-buku bacaan seperti buku dongeng, ensiklopedia, dan buku-buku pendidikan umum yang menarik untuk dibaca. Namun, minat baca tersebut kadang memudar selama proses pembelajaran dikarenakan buku-buku bacaan yang terlalu sering mereka baca adalah buku-buku yang mereka telah baca sebelumnya. Sehingga para siswa mengalami kebosanan terhadap buku-buku yang disediakan. Selain itu waktu pembelajaran yang cukup lama tetapi tidak mendukung para siswa untuk berkunjung ke perpustakaan menjadikan kendala tersendiri yang menyebabkan para siswa lebih memilih menghabiskan waktu luangnya di dalam kelas atau kantin sekolah ketimbang mengunjungi perpustakaan.

Upaya pun dilakukan pihak sekolah dengan menyediakan buku-buku bacaan disetiap kelas untuk mendekatkan buku kepada para siswa. Metode ini dibilang berhasil mengenalkan buku-buku kepada para siswa. Namun, kendala terjadi pada perawatan dan pergantian buku-buku tersebut. Hal ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pustakawan yang dimiliki oleh pihak sekolah. Selain itu juga, Ibu Dewi selaku pustakawan tunggal di sekolah tersebut juga memiliki tugas lain sebagai guru pada sekolah lain pula sehingga perpustakaan dan buku-buku baca di kelas yang disediakan menjadi kurang terurus dengan maksimal.

Dari permasalahan diatas para peserta KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 25 membuat sebuah program kerja yang kiranya dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu Perpustakaan Digital. Adapun perpustakaan digital sendiri merupakan perpustakaan yang memiliki koleksi buku berbentuk format digital yang dapat diakses melalui media elektronik seperti komputer, laptop, smartphone, atau tablet. Alasan dipilihnya perpustakaan digital ini tidak lain dikarenakan perpustakaan digital memiliki kelebihan yang memungkinkan untuk menumbuhkan minat baca para siswa.

Kelebihan yang dimaksud adalah Pertama, perpustakaan digital ini dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja selama ia terhubung dengan komputer server dalam satu jaringan yang sama. Sistem ini dapat mengatasi kurangnya waktu baca siswa di sekolah dikarenakan buku bacaan yang ada di perpustakaan digital dapat diunduh oleh siswa dan kemudian dibaca oleh mereka diwaktu mereka tidak sedang melakukan kegiatan apapun. Kedua, dengan dijadikannya buku digital sebagai media baca siswa maka pengolahan buku dapat dioptimalkan dengan baik tanpa memerlukan pustakawan yang banyak. Selain itu, para guru juga dapat berkontribusi dalam memberikan materi pembelajaran yang tepat bagi siswa kedalam perpustakaan digital ini dikarenakan sumber materi yang diberikan merupakan sumber materi yang ditulis dan diberikan langsung oleh para guru. Ketiga, mengenalkan perpustakaan digital kepada para siswa juga akan dapat menunjukan kepada mereka bahwa media digital yang mereka miliki juga memiliki fungsi pendukung dalam proses pembelajaran selain fungsinya sebagai media hiburan.

Dalam penerapannya sendiri, perpustakaan digital di SDN Mojorejo 01 ini menggunakan aplikasi perpustakaan digital berbasis bahasa pemerograman PHP (Hypertext Preprocessor) yang dibuat sendiri oleh peserta KKM 25. Aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap seperti membaca buku, pencarian buku, mengunduh buku, mencetak buku, dan lain-lain. Untuk dapat mengakses aplikasi ini para siswa atau guru hanya cukup terhubung dengan jaringan sekolah, kemudian mengakses alamat ip komputer server di aplikasi browser maka aplikasi perpustakaan digital ini siap digunakan.

Pembuatan aplikasi ini sendiri disesuaikan dengan kebutuhan pustakawan disana juga, seperti dalam pengoprasiannya dibuat lebih sederhana dengan pengaturan otomatis sehingga pihak pustakawan hanya sebatas menghidupkan komputer server sudah langsung menjalankan aplikasi perpustakaan digital ini. Selain itu, dalam metode pengolahan buku digital dibuat lebih sederhana mungkin seperti halnya mengelola file-file pada umumnya di Explore dan aplikasi ini juga dapat lebih mudah untuk dikembangkan dikemudian hari.

Kendala yang dialami disaat penerapan aplikasi ini adalah terdapat aturan siswa sekolah yang dimana melarang siswa untuk menggunakan alat komunikasi disaat jam pembelajaran berlangsung. Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan menggunakan laboratorium komputer sekolah atau menggunakan laptop siswa untuk mengakses perpustakaan digital ini diwaktu pembelajaran sedang berlangsung.

Untuk pengenalan aplikasi ini sendiri dilakukan dua kali pertemuan, yaitu pertemuan pertama kepada para pustakawan dan guru, dan pertemuan kedua dilakukan bersama para siswa yang ditunjuk sebagai sahabat perpustakaan yang terdiri dari para siswa kelas 4 dan 5. Pengenalan ini penting untuk dilakukan, agar perpustakaan digital dapat diaplikasikan secara maksimal dan berkelanjutan kepada semua siswa dan guru di sekolah.

(Yunus, dkk)

MENGEMBALIKAN TRADISI LELUHUR MELALUI ACARA “PADANG BULAN” OLEH FORUM ANAK DESA MOJOREJO

Seiring berkembangnya zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi juga mengalami kemajuan. Tidak semua kemajuan akan membawa perubahan ke arah yang positif. Sebaliknya, terjadinya kemajuan tidak jarang mengakibatkan dampak lain berupa perubahan ke arah yang negatif. Sebagai contoh, dalam bidang teknologi yang mengalami kemajuan disetiap tahunnya. Adanya kemajuan dalam bidang teknologi tidak dapat dipungkiri memberikan banyak kemudahan dengan manfaatnya yang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun kebutuhan manusia akan teknologi menjadikan manusia ketergantungan terhadap teknologi, misalnya handphone. Pada zaman modern seperti saat ini semua orang mungkin sudah menggunakan yang namanya handphone, bukan hanya orang dewasa tapi juga anak-anak. Seringkali penggunaan handphone oleh anak-anak yang tanpa adanya pengawasan orang dewasa membawa dampak negatif pada diri anak itu sendiri. Sebut saja ketergantungan pada permainan game online, media sosial, selfie, dan kegiatan lain yang pada akhirnya membuat waktu anak terbuang percuma dan menjadikan anak lupa akan waktu belajar, makan, beribadah bahkan untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya dikarenakan lebih banyak menghabiskan waktu dengan handphone mereka. Pada akhirnya teknologi juga mampu membuat anak-anak melupakan akan warisan leluhur karena sibuk mengikuti kemajuan zaman.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh desa untuk mengembangkan dan memberdayakan anak-anak adalah dengan membentuk organisasi khusus anak-anak yang dinamakan “Forum Anak”. Forum Anak sendiri diharapkan mampu menjadi wadah untuk mengembangkan potensi anak sekaligus mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan yang bermanfaat, dan menyenangkan bagi anak-anak. Salah satu organisasi Forum Anak yang pernah Saya temui secara langsung adalah Forum Anak di Desa Mojorejo, tepatnya di RW 03 Dusun Kajang. Forum Anak ini sendiri beranggotan anak-anak yang sekolah ditingkat SD dan SMP. Adapun kegiatan Forum Anak yang rutin diadakan tiap satu minggu sekali, yaitu latihan tari tradisional (Seni Tari). Selain tari tradisional juga ada latihan bermain alat musik, karawitan, dan drama pertunjukan. Latihan tari ini diadakan tepatnya setiap hari minggu mulai pukul 2 siang sampai dengan sore hari. Menurut pelatih tari di Forum Anak tersebut, diadakannya latihan tari bukan tanpa alasan. Kegiatan menari dapat membuat anak-anak bergerak sekaligus melakukan olah raga, sehingga anak tidak hanya duduk berdiam diri di kamar sambil memegang handphone untuk bermain game online. Anak-anak juga dapat melakukan sosialisasi dengan teman sebayanya sehingga dapat membantu kehidupan mereka didalam bermasyarakat. Anak-anak juga dilatih mentalnya dengan cara tampil di depan publik. Adapun salah satu kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan oleh Forum Anak ini adalah acara “Padang Bulan.”

Padang Bulan sendiri memiliki arti “Terang Bulan”, dimana pada malam itu bulan menyinari bumi dengan cahayanya. Para leluhur pada zaman dahulu ketika terjadi padang bulan mereka akan keluar rumah kemudian bermain di bawah cahaya rembulan bersama teman-teman sebayanya, yang pada akhirnya kegiatan seperti inilah yang membangun rasa kebersamaan dan persaudaraan yang kuat diantara mereka. Sang pelatih berharap lewat acara ini anak-anak dapat mengingat kembali tradisi nenek moyang terdahulu, serta menumbuhkan kembali rasa persaudaraan dan kebersamaan mereka. Acara “Padang Bulan” sendiri dilaksanakan setelah sholat Isya’. Sebelum acara, anak-anak akan diarahkan untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah di salah satu masjid desa. Setelah sholat maghrib, anak-anak kemudian akan diarahkan untuk melakukan arak-arakan atau berjalan bersama mengelilingi desa sambil menyanyikan lagu “Padang Bulan” yang merupakan lagu peninggalan para leluhur. Setelah sholat Isya’ anak-anak akan bersiap di tempat acara untuk melakukan persiapan sebelum mereka tampil.

Salah satu bagian acara yang mengesankan Saya di Padang Bulan ini adalah, di tengah-tengah acara akan diadakan doa bersama yang kemudian diakhiri dengan makan bersama yang biasanya menghidangkan tumpeng. Acara “Padang Bulan” sendiri merupakan sebuah bentuk penilaian dari hasil belajar anak selama satu bulan di Forum Anak. Selain itu, acara “Padang Bulan” tidak serta merta mengikut sertakan semua anggota Forum Anak untuk tampil di panggung. Ada penilaian khusus yang harus dipenuhi untuk dapat tampil pada acara ini, seperti nilai rapot anak yang harus memiliki nilai minimal 8, kegiatan di TPQ haruslah berjalan lancer, bahkan sang pelatih tidak memperbolehkan anak-anak untuk latihan sebelum mereka melaksanakan kewajiban belajar dan beribadah. Lewat acara “Padang Bulan” ini juga diharapkan agar anak-anak masih dapat mengingat tradisi-tradisi nenek moyang mereka seperti tarian tradisi, lagu daerah, pakaian daerah dan lain sebagainya. Anak-anak adalah penerus bangsa, jika penerus saja sudah lupa akan warisan nenek moyang lalu siapa yang akan melestarikan. “Padang Bulan” merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengingatkan generasi muda dengan warisan leluhurnya. Diharapkan kedepannya akan hadir kegiatan-kegiatan yang juga mampu membangkitkan dan mengembalikan lagi tradisi leluhur agar selalu diingat khususnya dikalangan generasi muda bangsa.

(Indri, dkk)

PENGAJIAN KITAB LUBABUL HADIS

Pengajian kitab Lubabul Hadis adalah suatu Majlis Ta’lim yang dibuka pertama kali oleh anak-anak KKM angkatan  2017 dari Mahasiswa UIN Malang Mengabdi yang dikaji oleh Muhammad Rohmat Hidayat dan bertempat di Masjid Rohmat Ismail RT 07 RW 03 Dusun Kajang Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. Pengajian tersebut dimulai pada tanggal 01 Januari 2020.

Awalnya, kami berdiskusi santai dengan salah satu ta’mir masjid yakni bapak Siswanto. Dengan obrolan yang kami lakukan kami bertanya-tanya seputar kegiatan sehari-hari di masjid dari Shubuh sampai Isya’.

Kegiatan di masjid ini seperti biasa mas, Shubuh shalat berjama’ah setelah itu membaca surat Yasin 1x dan Al-Quraisy 7x diakhiri dengan do’a, Dhuhur, Asyar, Magrib dan Isya’ semua dilakukan dengan berjamaah di masjid ini. Oh ya, setelah magrib juga membaca Yasin 1x dan Al-Quraisy 7x diakhiri dengan do’a.” Ucap Pak Siswanto.

Berarti pembacaan surat Yasin dan Al-Quraisy itu setelah Shubuh dan Magrib?”

“Iya Mas.”

Dari penjelasan pak Siswanto akhirnya kami mengetahui kegiatan sehari-hari di masjid tersebut. Dan kami mempunyai inisiatif untuk mengadakan ta’lim Bersama yang dilakukan setelah pembacaan Yasin ba’da Magrib. Ta’lim ini kami laksanakan dari hari Senin sampai Jum’at, hari Sabtunya libur dan Minggunya kami ikut nimbrung bersama dengan masyarakat yakni dengan mengikuti tahlil di rumah warga. Untuk yang perempuan tahlil dilaksanakan hari Kamis setelah Asyar.

Bentuk pengajian yang kami terapkan adalah dengan sistem bandongan, sistem ini biasa diterapkan di Pondok Pesantren, sistem Bandongan adalah bentuk pentransferan ilmu yang dimana seorang kyai atau ustadz membacakan kitab, menerjemah dan menerangkan di hadapan para mustami’in. Ta’lim ini bertujuan untuk mengamalkan ilmu yang telah kami dapat di tempat belajar dulu. Karena ada hadis dari

Rasulullah SAW yang berbunyi :

ﺧﻴْﺮُ ﺍﻟﻨﺎﺱِ ﺃَﻧْﻔَﻌُﻬُﻢْ ﻟِﻠﻨﺎﺱِ

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad, Shahihul Jami’ no:3289).”

Ta’lim ini membahas hadis-hadis Rasulullah SAW dan Fadhilah-fadhilah amaliyah orang-orang  Muslim yang terangkum dalam kitab “Lubabul Hadis”. Kitab ini dikarang oleh Al Imam Jalaluddin bin Kamaluddin as Suyuthi. Kitab ini berisi 400 Hadits Nabawi dan atsar atsar yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW dengan sanad yang shahih. Kitab ini terdiri dari empat puluh bab, masing masing bab berisi sepuluh hadits.

Tiap bab mengulas tentang berbagai hal yang spesifik, seperti bab tentang keutamaan shalawat atas Nabi Saw, keutamaan sedekah, keutamaan nikah, keutamaan fakir, keutaman tawaduk, dan lain sebagainya. Kitab ini penting untuk menjadi pelajaran dan pegangan bagi seluruh kaum muslimin umumnya, serta bisa menjadi bekal utama dan menambah perbendaharaan hadits bagi para Muballigh.

Khataman kitab Lubabul Hadis akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 22 Januari 2020 bertepatan dengan akhir pengabdian kami di masyarakat Mojorejo ini. Semoga dengan keistiqomahan kami dalam belajar bareng mendapatkan keberkahan dan bisa mengamalkan hadis-hadis Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Amin.. (Rohmat, dkk)

Baca Juga di http://desamojorejo.batukota.go.id/2020/01/18/pengajian-kitab-lubabul-hadis/

FORUM ANAK DESA MOJOREJO

Forum Anak merupakan tempat atau wadah bagi anak-anak SD, SMP, SMA, atau Karang Taruna untuk menggali bakat atau mengisi waktu luangnya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Forum Anak ini dibentuk berdasarkan kepada Peraturan Desa Mojorejo pada tahun 2015, akan tetapi mulai dijalankan pada tahun 2018 dengan penanggung jawab diserahkan langsung kepada ketua RW. Tujuan utama dibentuknya Forum Anak ini adalah tercapainya visi yaitu “Hidup berwarna dengan seni untuk menciptakan generasi yang cerdas.”

Bentuk Kegiatan yang paling sering dilakukan dalam Forum Anak ini berupa seni petunjukan yang meliputi latihan tari tradisional, bermain musik, karawitan, dan drama pertunjukan. Kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkan nantinya akan mampu menumbuhkan kembali pengetahuan anak tentang tradisi, seni, dan budaya lokal sekaligus juga dapat memunculkan bakat-bakat anak yang terpendam. Dengan terus diadakannya kegiatan-kegiatan yang baru dan menarik bagi anak, diharapkan setiap anak memiliki ketertarikan yang kuat untuk bergabung dalam Forum Anak ini.

Kegiatan yang dilakukan Forum Anak ini sendiri tidak serta merta mengesampingkan kegiatan belajar anak baik itu kegiatan sekolah maupun kegiatan mengaji, seperti melarang para peserta mengikuti kegiatan Forum Anak apabila mereka belum menyelesaikan kegiatan mengajinya dipengajian mereka masing-masing atau memberikan syarat berupa minimal 8 kali telah ikut tampil dengan nilai minimal 7 untuk dapat bergabung dalam kegiatan Forum Anak tersebut. Hal ini menjadikan antara waktu untuk belajar dan waktu untuk bermain berjalan dengan optimal dan seimbang sekaligus mengajarkan pada anak pentingnya rasa tanggung jawab terhadap tugas mereka.

Adapun salah satu Forum Anak yang terletak di RW 3 selalu aktif melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membantuk karakter anak. Kegiatan yang dilakukan setiap satu minggu sekali di Balai Desa lama terkadang melakukan kerjasama dengan pihak lain untuk memberikan suatu pembelajaran baru bagi para peserta, salah satunya adalah kerjasama antara Forum Anak dan TPQ setempat guna menghadirkan kegiatan kesenia Islami, seperti Banjari.

Kegiatan Forum Anak ini dibilang telah sukses dalam membangun rasa cinta anak kepada seni dan tradisi masyarakat sekitar. Hal ini terbukti dengan sering tampilnya mereka diacara besar desa seperti Gebyar Kemerdekaan, Jambore Anak antar RW desa Mojorejo serta Pentas Padang Bulan setiap satu bulan sekali.

Forum Anak hanya salah satu dari sejuta upaya generasi sekarang untuk mengenalkan tradisi lokal kepada generasi yang akan datang. harapan pun tetap ada kepada Forum Anak ini untuk lebih berkembang dan tetap komitmen dengan apa yang telah dijalankan. Bantuan semua pihak yang peduli akan warisan nenek moyang sangat diterima oleh Forum Anak ini selama itu masih dalam menumbuhkan tradisi kepada anak Indonesia. Salam Anak Indonesia! (Yunus, wc: Indri, dkk.)

Baca Juga di http://desamojorejo.batukota.go.id/2020/01/18/forum-anak-desa-mojorejo/

TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN (TPQ/TPA)

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TPA) adalah suatu lembaga non formal yang memberikan pembelajaran keagamaan dan lebih difokuskan pada baca tulis Al-Qur’an tingkat dasar. Peraturan Pemerintahan No. 55 tahun 2007 pasal 24 ayat 2 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan menyatakan bahwa Pendidikan Al-Qur’an terdiri dari taman kanak-kanak Al-Qur’an (TPA/TPQ).

Di Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu terdapat tujuh TPQ yang tersebar di Dusun Ngandat dan Kajang dengan metode pengajaran yang berbeda-beda, seperti pengajaran dalam bentuk Tilawah, Qira’ati dan Yanbu’a. Waktu pelaksanaannya pun setelah asyar dan setelah magrib.

Dengan adanya KKM UIN Maliki mengabdi di Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu kami mencoba untuk mencari tau tentang kegiatan-kegiatan yang ada didalamnya. Salah satu TPQ yang kami datangi adalah TPQ Al-Kautsar RW 04 di Dusun Kajang. Ustadz/dzah disana ada lima orang sedangkan peserta didiknya ada empat puluh anak. Mereka mengajar tanpa pamrih dan tidak mengharapkan upah sepeserpun. Menurut ibu Himlaudah salah satu ustadzah di TPQ Al-Kautsar mengatakan “Dulu mas kami sempat mengadakan SPP untuk anak-anak, tapi lambat laun anak-anak semakin menurun, akhirnya ya kita tidak usah menarik uang  mereka.” Tuturnya.

Meskipun tanpa dibayar mereka mempunyai semangat mengajar yang tinggi dan bisa dibuktikan dengan memenangi perlombaan dalam berbagai macam event yang diadakan. Seperti halnya perlombaan antar TPQ se Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu yang banyak dari peserta didik mereka mendapat juara seperti; Adzan juara 3, Nasyid Juara 1 dan Mewarnai Juara 1,2,3 dilahap semua oleh TPQ Al-Kautsar. Didalam TPQ tersebut tidak hanya diajari belajar Al-Qur’an saja, namun diajari tahlil, istighotsah, mewarnai dll.

Lain halnya dengan TPQ An-Nur RW 05 yang mempunyai kisah menarik untuk diperhatikan. Disana ada dua anak yang berkebutuhan khusus tetapi mereka mempunyai semangat yang tinggi untuk terus belajar dan mengaji. Tak hanya itu, hampir semua peserta didik disana jika diajar oleh Ustadz/dzah tidak bisa dipaksa dan dikekang tetapi harus dengan kasih sayang dan diberi kebebasan untuk mengaji. Jika dipaksakan peserta didik akan mudah jenuh dan tidak lagi mengaji. Itulah kenapa Ustadz/dzah dalam membimbing belajar sangat sabar dan tanpa adanya target yang dicapai. “Wong wes ngaji wae Alhamdulillah Mas” kalau mau ngaji saja sudah Alhamdulillah. Kata salah satu guru TPQ. Peserta didik disana, sangat gemar mendengarkan cerita seperti cerita para Nabi, cerita Islami dan bentuk motivasi. Makanya, bentuk pengajaran yang kami terapkan adalah dengan bercerita dan memberi motivasi kepada peserta didik yang nantinya bisa menggugah mereka untuk terus belajar dan tidak gampang berputus asa.

…وَلا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“…Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

Semua berawal dari usaha yang keras diibaratkan kita naik kapal selam yang melewati lautan luas untuk bisa meraih intan yang ada didasar laut. Kapal ini adalah diri kita laut adalah ngaji kita dan intan adalah cita-cita kita. Jika dalam diri kita sudah bisa mengendalikan ego maka yang harus kita lakukan adalah memperbaiki ngaji kita dalam hal tajwid, qira’ah makharijul huruf dll. Jika semuanya bisa dilakukan akan mudah bagi kita untuk mendapatkan cita-cita di dunia maupun di akhirat. (Rohmat, dkk.)

Baca Juga di http://desamojorejo.batukota.go.id/2020/01/18/taman-pendidikan-al-quran-tpq-tpa/

POSYANDU DESA MOJOREJO

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah sebuah tempat pelayanan masyarakat desa yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakatnya. Kegiatan tersebut meliputi Pendidikan gizi masyarakat, pelayanan imunisasi serta pelayanan ibu dan anak. Posyandu dapat melayani beberapa masyarakat seperti balita (imunisasi, vitamin, berat badan dan tinggi badan) dan orang yang lanjut usia (Posyandu Lansia).

Di posyandu tidak hanya melayani kesehatan saja tetapi dapat berkonsultasi masalah kesehatan kepada bidan desa. Posyandu desa dibagi beberapa tempat disetiap RW supaya masyarakat dapat memeriksa kesehatan dalam jarak yang dekat. Fasilitas kesehatan dalam posyandu harus diperhatikan dengan baik dari tempat, alat-alat kesehatan,dan juga administrasinya karena kenyamanan merupakan harapan dari semua masyarakat untuk memeriksa kesehatan.

Dalam posyandu ada beberapa kader atau pengurus dalam hal mengurus fasilitas posyandu. Disetiap RW ada kadernya masing-masing, dalam beberapa kader tersebut ada yang sebagai ketua kader yang bertugas sebagai mengatur dan membagi tugas pada anggota kadernya. Posyandu mempunyai tim Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang berperan untuk;

  1. Pengelola pelaksanaan kegiatan program KB Nasional di desa/kelurahan.
  2. Penggerak partisipasi masyarakat dalam program KB Nasioanl di desa/kelurahan.
  3. Pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam pelaksanaan program KB Nasional di desa/kelurahan.
  4. Menggalang dan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak dalam pelaksaan program KB Nasional di desa/kelurahan.[1]

Dalam memeriksa kesehatan ke posyandu pasien harus mempuyai buku kesehatan yang fungsinya untuk mengetahui perkembangan kesehatan baik itu balita, remaja dan orang lanjut usia. Untuk balita memeriksa berat badan dan tinggi badan, balita diberikan imunisasi dan suntikan vaksin supaya bayi dan anak-anak tedrhindar dari segala penyakit.

Dalam buku kesehatan untuk balita yang berisi grafik perkembangan kesehatan selama sebulan baik itu berat badan dan tinggi badan. apabila orang tua tidak membawa anaknya ke posyandu maka pihak kader dan bidan desa akan mengunjungi rumahnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena merupakan bentuk kesadaran bahwa kesehatan itu sangat penting baik itu balita, remaja, maupun lanjut usia. 

Kalau di balita itu sendiri kegiatannya menimbang untuk memantau pertumbuhan anak dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan anak/balita setelah ditimbang kemudian di catat di KMS dari data tersebut dapat diketahui status pertumbuhan balitaUntuk lanjut usia dalam pemeriksaan kesehatan harus lebih lengkap baik tekanan darah,kadar gula, asam urat, maupun kolesterol.

Dan alat-alat kesehatan untuk lanjut usia lebih lengkap yaitu berupa tensi darah dan alat mengukur kadar gula, asam urat, maupun kolesterol. Dalam buku kesehatan untuk lanjut usia lebih lengkap berbeda dengan buku kesehatan untuk balita karena menyangkut penyakit yang diderita dalam jangka waktu lama. Dan kegiatan di lansia semisal ada yang harus dirujuk maka kami langsung rujuk ke puskesmas.

Kalau di remaja itu sendiri kegiatannya sosialisasi yang dilakukan tim kesehatan itu sendiri.Kelemahannya yang saya tau itu pada kegiatan di posyandu balita, karena kurangnya kesadaran dari orang tua untuk datang ke posyandu. Padahal posyandu itu penting! (Rohmat, dkk.)

Baca Juga di http://desamojorejo.batukota.go.id/2020/01/18/posyandu-desa-mojorejo/


[1] Ilham Jafar. Pedoman Penyediaan dan Pemberdayaan Tenaga Fungsional Penyulu Keluarga Berencana (PKB). Jakarta: 2011. H.2

FESTIVAL ANAK SHALEH XI TINGKAT DESA

Dalam rangka memperingati hari kelahiran Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu mengadakan acara Festival Anak Shaleh (FAS) XI. Acara Festival Anak Shaleh baru diadakan tahun ini yang bertempat di Balai Desa Mojorejo. Festival Anak Shaleh XI adalah salah satu program yang diadakan oleh Desa Mojorejo untuk menumbuhkan generasi milenial yang berkualitas, beriman, bertaqwa, mandiri dan mempunyai rasa cinta kepada baginda Muhammad SAW. Disamping itu, juga untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah yang kokoh antara sesama muslim, Acara ini diikuti oleh Taman Pendidikan Al-Qu’ran (TPQ) yang tersebar di delapan RW. Adapun bentuk kegiatannya adalah berbagai macam perlombaan seperti; lomba shalat berjama’ah, tahlil, nasyid, pildacil, mewarnai, adzan dan iqomah.

Dalam sambutan Kepala Desa, Bapak Rujito menuturkan dengan diselenggarakannya lomba FAS 2019 semoga menjadi pemacu peserta didik untuk mempelajari agama dengan baik. “Kita bukan berharap kepada siapa pemenangnya, namun dengan pelaksanaan lomba ini bisa menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk lebih memahami Islam dengan baik dan menjadi penerus bangsa yang rahmatan lil alamin”. Tuturnya.  شُبَّنُ الْيَومِ رِجالُ الغَدِ    (Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan).

Kegiatan FAS berlangsung pada hari Sabtu 28 Desember 2019 dimulai pukul 08.00 WIB s/d selesai. Dalam pelaksanaan acara tersebut juga dibantu oleh Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertepatan dengan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Mengabdi di Desa Mojorejo.

Setiap perlombaan dinilai oleh dewan juri dan didampingi oleh dua Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk mempermudah dan membantu dewan juri dalam proses penjurian. Kegiatan FAS dilaksanakan dengan tujuan berlomba-lomba dalam hal kabaikan. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 148 yang berbunyi :

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَمَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ۱۶۸

Artinya : “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Semoga dengan adanya acara FAS ini bisa memotivasi dan memberi dorongan kepada anak-anak untuk lebih giat lagi dalam memahami agama Islam secara kaffah. Dengan begitu, Ustadz/Usradzah diharapkan dapat memberikan  bimbingan belajar secara intensif untuk meningkatkan kualitas peserta didik sehingga dapat mengikuti perlombaan di tingkat yang lebih tinggi. (Rohmat, dkk.)

Lihat Juga di http://desamojorejo.batukota.go.id/2020/01/10/festival-anak-shaleh-xi-tingkat-desa/

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai