TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN (TPQ/TPA)

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TPA) adalah suatu lembaga non formal yang memberikan pembelajaran keagamaan dan lebih difokuskan pada baca tulis Al-Qur’an tingkat dasar. Peraturan Pemerintahan No. 55 tahun 2007 pasal 24 ayat 2 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan menyatakan bahwa Pendidikan Al-Qur’an terdiri dari taman kanak-kanak Al-Qur’an (TPA/TPQ).

Di Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu terdapat tujuh TPQ yang tersebar di Dusun Ngandat dan Kajang dengan metode pengajaran yang berbeda-beda, seperti pengajaran dalam bentuk Tilawah, Qira’ati dan Yanbu’a. Waktu pelaksanaannya pun setelah asyar dan setelah magrib.

Dengan adanya KKM UIN Maliki mengabdi di Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu kami mencoba untuk mencari tau tentang kegiatan-kegiatan yang ada didalamnya. Salah satu TPQ yang kami datangi adalah TPQ Al-Kautsar RW 04 di Dusun Kajang. Ustadz/dzah disana ada lima orang sedangkan peserta didiknya ada empat puluh anak. Mereka mengajar tanpa pamrih dan tidak mengharapkan upah sepeserpun. Menurut ibu Himlaudah salah satu ustadzah di TPQ Al-Kautsar mengatakan “Dulu mas kami sempat mengadakan SPP untuk anak-anak, tapi lambat laun anak-anak semakin menurun, akhirnya ya kita tidak usah menarik uang  mereka.” Tuturnya.

Meskipun tanpa dibayar mereka mempunyai semangat mengajar yang tinggi dan bisa dibuktikan dengan memenangi perlombaan dalam berbagai macam event yang diadakan. Seperti halnya perlombaan antar TPQ se Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu yang banyak dari peserta didik mereka mendapat juara seperti; Adzan juara 3, Nasyid Juara 1 dan Mewarnai Juara 1,2,3 dilahap semua oleh TPQ Al-Kautsar. Didalam TPQ tersebut tidak hanya diajari belajar Al-Qur’an saja, namun diajari tahlil, istighotsah, mewarnai dll.

Lain halnya dengan TPQ An-Nur RW 05 yang mempunyai kisah menarik untuk diperhatikan. Disana ada dua anak yang berkebutuhan khusus tetapi mereka mempunyai semangat yang tinggi untuk terus belajar dan mengaji. Tak hanya itu, hampir semua peserta didik disana jika diajar oleh Ustadz/dzah tidak bisa dipaksa dan dikekang tetapi harus dengan kasih sayang dan diberi kebebasan untuk mengaji. Jika dipaksakan peserta didik akan mudah jenuh dan tidak lagi mengaji. Itulah kenapa Ustadz/dzah dalam membimbing belajar sangat sabar dan tanpa adanya target yang dicapai. “Wong wes ngaji wae Alhamdulillah Mas” kalau mau ngaji saja sudah Alhamdulillah. Kata salah satu guru TPQ. Peserta didik disana, sangat gemar mendengarkan cerita seperti cerita para Nabi, cerita Islami dan bentuk motivasi. Makanya, bentuk pengajaran yang kami terapkan adalah dengan bercerita dan memberi motivasi kepada peserta didik yang nantinya bisa menggugah mereka untuk terus belajar dan tidak gampang berputus asa.

…وَلا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“…Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

Semua berawal dari usaha yang keras diibaratkan kita naik kapal selam yang melewati lautan luas untuk bisa meraih intan yang ada didasar laut. Kapal ini adalah diri kita laut adalah ngaji kita dan intan adalah cita-cita kita. Jika dalam diri kita sudah bisa mengendalikan ego maka yang harus kita lakukan adalah memperbaiki ngaji kita dalam hal tajwid, qira’ah makharijul huruf dll. Jika semuanya bisa dilakukan akan mudah bagi kita untuk mendapatkan cita-cita di dunia maupun di akhirat. (Rohmat, dkk.)

Baca Juga di http://desamojorejo.batukota.go.id/2020/01/18/taman-pendidikan-al-quran-tpq-tpa/

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai