Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah sebuah tempat pelayanan masyarakat desa yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakatnya. Kegiatan tersebut meliputi Pendidikan gizi masyarakat, pelayanan imunisasi serta pelayanan ibu dan anak. Posyandu dapat melayani beberapa masyarakat seperti balita (imunisasi, vitamin, berat badan dan tinggi badan) dan orang yang lanjut usia (Posyandu Lansia).
Di posyandu tidak hanya melayani kesehatan saja tetapi dapat berkonsultasi masalah kesehatan kepada bidan desa. Posyandu desa dibagi beberapa tempat disetiap RW supaya masyarakat dapat memeriksa kesehatan dalam jarak yang dekat. Fasilitas kesehatan dalam posyandu harus diperhatikan dengan baik dari tempat, alat-alat kesehatan,dan juga administrasinya karena kenyamanan merupakan harapan dari semua masyarakat untuk memeriksa kesehatan.
Dalam posyandu ada beberapa kader atau pengurus dalam hal mengurus fasilitas posyandu. Disetiap RW ada kadernya masing-masing, dalam beberapa kader tersebut ada yang sebagai ketua kader yang bertugas sebagai mengatur dan membagi tugas pada anggota kadernya. Posyandu mempunyai tim Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang berperan untuk;
- Pengelola pelaksanaan kegiatan program KB Nasional di desa/kelurahan.
- Penggerak partisipasi masyarakat dalam program KB Nasioanl di desa/kelurahan.
- Pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam pelaksanaan program KB Nasional di desa/kelurahan.
- Menggalang dan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak dalam pelaksaan program KB Nasional di desa/kelurahan.[1]
Dalam memeriksa kesehatan ke posyandu pasien harus mempuyai buku kesehatan yang fungsinya untuk mengetahui perkembangan kesehatan baik itu balita, remaja dan orang lanjut usia. Untuk balita memeriksa berat badan dan tinggi badan, balita diberikan imunisasi dan suntikan vaksin supaya bayi dan anak-anak tedrhindar dari segala penyakit.
Dalam buku kesehatan untuk balita yang berisi grafik perkembangan kesehatan selama sebulan baik itu berat badan dan tinggi badan. apabila orang tua tidak membawa anaknya ke posyandu maka pihak kader dan bidan desa akan mengunjungi rumahnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena merupakan bentuk kesadaran bahwa kesehatan itu sangat penting baik itu balita, remaja, maupun lanjut usia.
Kalau di balita itu sendiri kegiatannya menimbang untuk memantau pertumbuhan anak dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan anak/balita setelah ditimbang kemudian di catat di KMS dari data tersebut dapat diketahui status pertumbuhan balitaUntuk lanjut usia dalam pemeriksaan kesehatan harus lebih lengkap baik tekanan darah,kadar gula, asam urat, maupun kolesterol.
Dan alat-alat kesehatan untuk lanjut usia lebih lengkap yaitu berupa tensi darah dan alat mengukur kadar gula, asam urat, maupun kolesterol. Dalam buku kesehatan untuk lanjut usia lebih lengkap berbeda dengan buku kesehatan untuk balita karena menyangkut penyakit yang diderita dalam jangka waktu lama. Dan kegiatan di lansia semisal ada yang harus dirujuk maka kami langsung rujuk ke puskesmas.
Kalau di remaja itu sendiri kegiatannya sosialisasi yang dilakukan tim kesehatan itu sendiri.Kelemahannya yang saya tau itu pada kegiatan di posyandu balita, karena kurangnya kesadaran dari orang tua untuk datang ke posyandu. Padahal posyandu itu penting! (Rohmat, dkk.)
Baca Juga di http://desamojorejo.batukota.go.id/2020/01/18/posyandu-desa-mojorejo/
[1] Ilham Jafar. Pedoman Penyediaan dan Pemberdayaan Tenaga Fungsional Penyulu Keluarga Berencana (PKB). Jakarta: 2011. H.2