MENGENALKAN PERPUSTAKAAN DIGITAL SEBAGAI SOLUSI TERHADAP KURANGNYA MINAT BACA ANAK SEKOLAH DI ZAMAN NOW

(PENERAPAN PERPUSTAKAAN DIGITAL PADA SEKOLAH DASAR NEGERI MOJOREJO 01 – KOTA BATU)

Membaca merupakan sebuah bentuk kegiatan yang dilakukan oleh pembaca untuk memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Memahami apa yang ingin dibagikan oleh penulis kepada para pembaca menjadikan kegiatan membaca menjadi cara yang tepat bagi seseorang untuk saling menukar informasi baik antara pembaca dengan penulis maupun antara generasi kepada generasi berikutnya. Maka tidak salah apabila kegiatan membaca dikatakan sebagai jendela dunia. Karena dengan membaca seorang telah membuka dirinya untuk melihat dunia tanpa dibatasi antara ruang dan waktu.

Tujuan yang sama juga diharapkan oleh pihak sekolah dalam menjadikan para siswanya menjadi orang-orang yang sukses kedepannya. Salah satu upaya yang dilakukan sekolah adalah dengan menghadirkan perpustakaan sebagai tempat yang nyaman dan tepat bagi para siswa untuk membaca dan mempelajari buku-buku yang menunjang tujuan utama sekolah sebelumnya, yaitu kesuksesan para siswa dimasa depan.

Walaupun upaya dan tujuan yang diinginkan oleh pihak sekolah sangat baik, bukan berarti tidak ada faktor kendala yang menjadi masalah dalam mewujudkan tujuan tersebut. Permasalahan yang masih menjadi kendala utama oleh pihak sekolah khususnya pada pihak perpustakaan sendiri adalah kurangnya minat baca para siswa untuk membaca terlebih hanya untuk berkunjung ke perpustakaan saja masih tidak ada. Permasalahan tersebut terjadi karena anggapan para siswa yang lebih memilih mengisi waktu luangnya dengan bermain ketimbang membaca buku di perpustakaan. Selain itu, para siswa yang masih berpikiran bahwa membaca hanya sebatas pada buku-buku pelajaran sekolah tidak pada buku bacaan lainnya.

Permasalahan tersebut kemudian diperparah dengan hadirnya kemudahan-kemudahan dalam mengakses hiburan-hiburan yang bersifat sesaat, terlebih pada zaman sekarang yang serba berbau teknologi digital seperti bermain game, menonton video, ngobrol dengan aplikasi chat, dan sebagainya. Tidak adanya kontrol yang tepat oleh pihak terkait seperti orang tua dan kurangnya pemahaman terhadap pentingnya kegiatan membaca menjadikan faktor kendala yang sangat sulit untuk diselesaikan.

Hal tersebutlah yang memberatkan pihak sekolah dalam menumbuhkan minat baca para siswanya. Salah satu sekolah yang mengalami permasalahan tersebut adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mojorejo 01, Kota Batu – Jawa Timur. Kurangnya minat baca para siswa yang dialami SDN Mojorejo 01 dapat terlihat dari jumlah kunjungan para siswa ke perpustakaan yang hanya berjumlah 3 sampai 5 siswa perhari dan itupun hanya sebatas melihat buku, meminjam, atau keperluan lain seperti pengambilan alat-alat penunjang pembelajaran yang disimpan di perpustakaan.

Terhadap minat baca siswa di SDN Mojorejo 01 sebagaimana disampaikan oleh Ibu Dewi selaku Pustakawan SD tersebut menyampaikan bahwa para siswa yang dimiliki sekolah ini memiliki antusias yang tinggi terhadap buku-buku bacaan seperti buku dongeng, ensiklopedia, dan buku-buku pendidikan umum yang menarik untuk dibaca. Namun, minat baca tersebut kadang memudar selama proses pembelajaran dikarenakan buku-buku bacaan yang terlalu sering mereka baca adalah buku-buku yang mereka telah baca sebelumnya. Sehingga para siswa mengalami kebosanan terhadap buku-buku yang disediakan. Selain itu waktu pembelajaran yang cukup lama tetapi tidak mendukung para siswa untuk berkunjung ke perpustakaan menjadikan kendala tersendiri yang menyebabkan para siswa lebih memilih menghabiskan waktu luangnya di dalam kelas atau kantin sekolah ketimbang mengunjungi perpustakaan.

Upaya pun dilakukan pihak sekolah dengan menyediakan buku-buku bacaan disetiap kelas untuk mendekatkan buku kepada para siswa. Metode ini dibilang berhasil mengenalkan buku-buku kepada para siswa. Namun, kendala terjadi pada perawatan dan pergantian buku-buku tersebut. Hal ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pustakawan yang dimiliki oleh pihak sekolah. Selain itu juga, Ibu Dewi selaku pustakawan tunggal di sekolah tersebut juga memiliki tugas lain sebagai guru pada sekolah lain pula sehingga perpustakaan dan buku-buku baca di kelas yang disediakan menjadi kurang terurus dengan maksimal.

Dari permasalahan diatas para peserta KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 25 membuat sebuah program kerja yang kiranya dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, yaitu Perpustakaan Digital. Adapun perpustakaan digital sendiri merupakan perpustakaan yang memiliki koleksi buku berbentuk format digital yang dapat diakses melalui media elektronik seperti komputer, laptop, smartphone, atau tablet. Alasan dipilihnya perpustakaan digital ini tidak lain dikarenakan perpustakaan digital memiliki kelebihan yang memungkinkan untuk menumbuhkan minat baca para siswa.

Kelebihan yang dimaksud adalah Pertama, perpustakaan digital ini dapat diakses oleh siapa saja dan kapan saja selama ia terhubung dengan komputer server dalam satu jaringan yang sama. Sistem ini dapat mengatasi kurangnya waktu baca siswa di sekolah dikarenakan buku bacaan yang ada di perpustakaan digital dapat diunduh oleh siswa dan kemudian dibaca oleh mereka diwaktu mereka tidak sedang melakukan kegiatan apapun. Kedua, dengan dijadikannya buku digital sebagai media baca siswa maka pengolahan buku dapat dioptimalkan dengan baik tanpa memerlukan pustakawan yang banyak. Selain itu, para guru juga dapat berkontribusi dalam memberikan materi pembelajaran yang tepat bagi siswa kedalam perpustakaan digital ini dikarenakan sumber materi yang diberikan merupakan sumber materi yang ditulis dan diberikan langsung oleh para guru. Ketiga, mengenalkan perpustakaan digital kepada para siswa juga akan dapat menunjukan kepada mereka bahwa media digital yang mereka miliki juga memiliki fungsi pendukung dalam proses pembelajaran selain fungsinya sebagai media hiburan.

Dalam penerapannya sendiri, perpustakaan digital di SDN Mojorejo 01 ini menggunakan aplikasi perpustakaan digital berbasis bahasa pemerograman PHP (Hypertext Preprocessor) yang dibuat sendiri oleh peserta KKM 25. Aplikasi ini memiliki fitur yang lengkap seperti membaca buku, pencarian buku, mengunduh buku, mencetak buku, dan lain-lain. Untuk dapat mengakses aplikasi ini para siswa atau guru hanya cukup terhubung dengan jaringan sekolah, kemudian mengakses alamat ip komputer server di aplikasi browser maka aplikasi perpustakaan digital ini siap digunakan.

Pembuatan aplikasi ini sendiri disesuaikan dengan kebutuhan pustakawan disana juga, seperti dalam pengoprasiannya dibuat lebih sederhana dengan pengaturan otomatis sehingga pihak pustakawan hanya sebatas menghidupkan komputer server sudah langsung menjalankan aplikasi perpustakaan digital ini. Selain itu, dalam metode pengolahan buku digital dibuat lebih sederhana mungkin seperti halnya mengelola file-file pada umumnya di Explore dan aplikasi ini juga dapat lebih mudah untuk dikembangkan dikemudian hari.

Kendala yang dialami disaat penerapan aplikasi ini adalah terdapat aturan siswa sekolah yang dimana melarang siswa untuk menggunakan alat komunikasi disaat jam pembelajaran berlangsung. Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan menggunakan laboratorium komputer sekolah atau menggunakan laptop siswa untuk mengakses perpustakaan digital ini diwaktu pembelajaran sedang berlangsung.

Untuk pengenalan aplikasi ini sendiri dilakukan dua kali pertemuan, yaitu pertemuan pertama kepada para pustakawan dan guru, dan pertemuan kedua dilakukan bersama para siswa yang ditunjuk sebagai sahabat perpustakaan yang terdiri dari para siswa kelas 4 dan 5. Pengenalan ini penting untuk dilakukan, agar perpustakaan digital dapat diaplikasikan secara maksimal dan berkelanjutan kepada semua siswa dan guru di sekolah.

(Yunus, dkk)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai