Seiring berkembangnya zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi juga mengalami kemajuan. Tidak semua kemajuan akan membawa perubahan ke arah yang positif. Sebaliknya, terjadinya kemajuan tidak jarang mengakibatkan dampak lain berupa perubahan ke arah yang negatif. Sebagai contoh, dalam bidang teknologi yang mengalami kemajuan disetiap tahunnya. Adanya kemajuan dalam bidang teknologi tidak dapat dipungkiri memberikan banyak kemudahan dengan manfaatnya yang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun kebutuhan manusia akan teknologi menjadikan manusia ketergantungan terhadap teknologi, misalnya handphone. Pada zaman modern seperti saat ini semua orang mungkin sudah menggunakan yang namanya handphone, bukan hanya orang dewasa tapi juga anak-anak. Seringkali penggunaan handphone oleh anak-anak yang tanpa adanya pengawasan orang dewasa membawa dampak negatif pada diri anak itu sendiri. Sebut saja ketergantungan pada permainan game online, media sosial, selfie, dan kegiatan lain yang pada akhirnya membuat waktu anak terbuang percuma dan menjadikan anak lupa akan waktu belajar, makan, beribadah bahkan untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya dikarenakan lebih banyak menghabiskan waktu dengan handphone mereka. Pada akhirnya teknologi juga mampu membuat anak-anak melupakan akan warisan leluhur karena sibuk mengikuti kemajuan zaman.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh desa untuk mengembangkan dan memberdayakan anak-anak adalah dengan membentuk organisasi khusus anak-anak yang dinamakan “Forum Anak”. Forum Anak sendiri diharapkan mampu menjadi wadah untuk mengembangkan potensi anak sekaligus mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan yang bermanfaat, dan menyenangkan bagi anak-anak. Salah satu organisasi Forum Anak yang pernah Saya temui secara langsung adalah Forum Anak di Desa Mojorejo, tepatnya di RW 03 Dusun Kajang. Forum Anak ini sendiri beranggotan anak-anak yang sekolah ditingkat SD dan SMP. Adapun kegiatan Forum Anak yang rutin diadakan tiap satu minggu sekali, yaitu latihan tari tradisional (Seni Tari). Selain tari tradisional juga ada latihan bermain alat musik, karawitan, dan drama pertunjukan. Latihan tari ini diadakan tepatnya setiap hari minggu mulai pukul 2 siang sampai dengan sore hari. Menurut pelatih tari di Forum Anak tersebut, diadakannya latihan tari bukan tanpa alasan. Kegiatan menari dapat membuat anak-anak bergerak sekaligus melakukan olah raga, sehingga anak tidak hanya duduk berdiam diri di kamar sambil memegang handphone untuk bermain game online. Anak-anak juga dapat melakukan sosialisasi dengan teman sebayanya sehingga dapat membantu kehidupan mereka didalam bermasyarakat. Anak-anak juga dilatih mentalnya dengan cara tampil di depan publik. Adapun salah satu kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan oleh Forum Anak ini adalah acara “Padang Bulan.”
Padang Bulan sendiri memiliki arti “Terang Bulan”, dimana pada malam itu bulan menyinari bumi dengan cahayanya. Para leluhur pada zaman dahulu ketika terjadi padang bulan mereka akan keluar rumah kemudian bermain di bawah cahaya rembulan bersama teman-teman sebayanya, yang pada akhirnya kegiatan seperti inilah yang membangun rasa kebersamaan dan persaudaraan yang kuat diantara mereka. Sang pelatih berharap lewat acara ini anak-anak dapat mengingat kembali tradisi nenek moyang terdahulu, serta menumbuhkan kembali rasa persaudaraan dan kebersamaan mereka. Acara “Padang Bulan” sendiri dilaksanakan setelah sholat Isya’. Sebelum acara, anak-anak akan diarahkan untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah di salah satu masjid desa. Setelah sholat maghrib, anak-anak kemudian akan diarahkan untuk melakukan arak-arakan atau berjalan bersama mengelilingi desa sambil menyanyikan lagu “Padang Bulan” yang merupakan lagu peninggalan para leluhur. Setelah sholat Isya’ anak-anak akan bersiap di tempat acara untuk melakukan persiapan sebelum mereka tampil.
Salah satu bagian acara yang mengesankan Saya di Padang Bulan ini adalah, di tengah-tengah acara akan diadakan doa bersama yang kemudian diakhiri dengan makan bersama yang biasanya menghidangkan tumpeng. Acara “Padang Bulan” sendiri merupakan sebuah bentuk penilaian dari hasil belajar anak selama satu bulan di Forum Anak. Selain itu, acara “Padang Bulan” tidak serta merta mengikut sertakan semua anggota Forum Anak untuk tampil di panggung. Ada penilaian khusus yang harus dipenuhi untuk dapat tampil pada acara ini, seperti nilai rapot anak yang harus memiliki nilai minimal 8, kegiatan di TPQ haruslah berjalan lancer, bahkan sang pelatih tidak memperbolehkan anak-anak untuk latihan sebelum mereka melaksanakan kewajiban belajar dan beribadah. Lewat acara “Padang Bulan” ini juga diharapkan agar anak-anak masih dapat mengingat tradisi-tradisi nenek moyang mereka seperti tarian tradisi, lagu daerah, pakaian daerah dan lain sebagainya. Anak-anak adalah penerus bangsa, jika penerus saja sudah lupa akan warisan nenek moyang lalu siapa yang akan melestarikan. “Padang Bulan” merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengingatkan generasi muda dengan warisan leluhurnya. Diharapkan kedepannya akan hadir kegiatan-kegiatan yang juga mampu membangkitkan dan mengembalikan lagi tradisi leluhur agar selalu diingat khususnya dikalangan generasi muda bangsa.
(Indri, dkk)